Raafika, Studiviani Dwi Binuko and Joni, Maulindar (2023) Hubungan antara jumlah kelahiran balita dengan jumlah balita stunting. Jurnal Teras Kesehatan, 6 (1): 4. pp. 22-28. ISSN 2622-2396
2622-2396_6_1_2023_4.pdf - Published Version
Download (612kB) | Preview
Abstract
Gangguan yang dialami bayi disebabkan oleh terhambatnya pertumbuhan bayi biasa disebut stunting. Jumlah penderita stunting pada balita di Indonesia sangat banyak sehingga hal ini mendapat sorotan dari pemerintah. Beberapa faktor penyebab terjadinya stunting pada balita antara lain kurangnya asupan makanan dan ASI eksklusif pada balita. Namun belum diketahuinya prosentase dan hubungan antara jumlah kelahiran bayi dan kemungkinan bayi stunting, menjadi dasar penelitian ini dilakukan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara jumlah kelahiran bayi terhadap kemungkinan bayi stunting. Penelitian yang dilakukan menggunakan analisis regresi yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel. Data sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 157 balita. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah pengumpulan data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti, nilai korelasi antara jumlah kelahiran bayi dan jumlah bayi stunting adalah 0,38 (kategori sangat rendah). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hubungan antara jumlah kelahiran bayi dengan kemungkinan bayi stunting tingkat signifikansinya sangat rendah.
Item Type: | Article |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Nutrition, Stunting, Toddlers, Malnutrition, Children nutrition |
Subjects: | Medicine & Biology Medicine & Biology > Nutrition |
Depositing User: | Sepriana Eka |
Date Deposited: | 11 Mar 2025 02:25 |
Last Modified: | 11 Mar 2025 02:25 |
URI: | https://karya.brin.go.id/id/eprint/28007 |