Sanghiang Taraje, Tinggalan Tradisi Megalitik di Gunung Tampomas

Koestoro, Lucas Partanda (1987) Sanghiang Taraje, Tinggalan Tradisi Megalitik di Gunung Tampomas. Berkala Arkeologi, 8 (2): 4. pp. 36-46. ISSN 0216 - 1419

[thumbnail of admin,+4_Berkala+Arkeologi+Vol+8+No.+2+September+1987.pdf]
Preview
Text
admin,+4_Berkala+Arkeologi+Vol+8+No.+2+September+1987.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of 3960] Text
3960 - Published Version

Download (3kB)

Abstract

Ketika kekacauan melanda Pakwan Pajajaran akibat adanya gempuran pasukan Banten yang sedang mengibarkan panji-panji Islam, Prabu Siliwangi sebagai penguasa Sunda kala itu segera mendatangi salah satu vasalnya yakni Sumedang Larang. Empat orang patihnya, di antaranya Sayang Hawu atau lebih dikenal dengan sebutan Embah Jayaperkosa, diperintahkan untuk menyerahkan sebuah pusaka kraton berupa mahkota emas kepada Prabu Geusan Ulun, penguasa Sumedang Larang. Kejadian yang dapat diartikan sebagai penyerahan tahta kerajaan Sunda itu diikuti dengan keberangkatan Prabu Siliwangi menuju puncak gunung Tampomas .

Item Type: Article
Subjects: Social and Political Sciences > Archaeology
Divisions: OR_Arkeologi_Bahasa_dan_Sastra
Depositing User: Bayu Indra Saputro
Date Deposited: 03 Mar 2026 02:07
Last Modified: 03 Mar 2026 02:07
URI: https://karya.brin.go.id/id/eprint/57712

Actions (login required)

View Item
View Item