Tokoh Bhima dalam Arkeologi Klasik

Atmodjo, Sukarto Karto (1986) Tokoh Bhima dalam Arkeologi Klasik. Berkala Arkeologi, 7 (2): 3. pp. 14-26. ISSN 0216 - 1419

[thumbnail of admin,+457-Article+Text-2025-1-10-20190705.pdf]
Preview
Text
admin,+457-Article+Text-2025-1-10-20190705.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of 3970] Text
3970 - Published Version

Download (3kB)

Abstract

Tokoh Bhima memang dapat ditinjau dari bermacam-macam segi. Lebih-lebih tanya-jawab antara Bhima dan Dewaruci merupakan sumber kawruh kasampurnan (ilmu kesempurnaan) bagi orang Jawa. Sekarang ini Ibu Sumarti Suprayitno menguraikan tokoh Bhima dalam kaitannya dengan masyarakat sastra dan budaya Jawa. Uraian atau ceramah ini sangat menarik karena tokoh Bhima memang sudah dikenal sejak jaman dahulu, khususnya dalam sastra Jawa Kuno, baik di dalam wiracarita Mahabharata maupun di dalam cerita Nawaruci. Demikian pula lbu Sumarti Suprayitno telah berhasil membanding cerita Bhima-Dewaruci dengan motif yang sama dalam Wanaparwa, saat Markandeya mengunjungi Pandawa di hutan dan memberi berbagai wejangan kepada mereka. Markandeya menceritakan pengalamannya ketika ia masuk ke dalam perut seorang anak kecil yang duduk di atas dahan pohon beringin dan kemudian mengeluarkannya melalui mulutnya dan menyatakan bahwa ia sebenarnya adalah dewa Narayana atau Wisnu. Di dalam perut anak kecil tersebut Markandeya dapat melihat seluruh alam semesta.

Item Type: Article
Subjects: Social and Political Sciences > Archaeology
Divisions: OR_Arkeologi_Bahasa_dan_Sastra
Depositing User: Bayu Indra Saputro
Date Deposited: 03 Mar 2026 02:14
Last Modified: 03 Mar 2026 02:14
URI: https://karya.brin.go.id/id/eprint/57700

Actions (login required)

View Item
View Item