Nawawi, Abdul Choliq (1986) Kubur-Tumpang di Kompleks Makam Krt. Panji Cakrakusuma di Sangkapura (Pulau Bawean): Suatu Unsur Budaya Islam di Indonesia. Berkala Arkeologi, 7 (1): 5. pp. 56-69. ISSN 0216 - 1419
admin,+451-Article+Text-2015-1-10-20190705.pdf
Download (2MB) | Preview
3980 - Published Version
Download (3kB)
Abstract
Kubur-Tumpang adalah suatu makam Islam yang di dalam suatu liang-lahat dikebumikan lebih dari satu jenazah. Penguburan dilakukan secara bersusun tumpang-tindih dan pada susunan paling bawah harus dikebumikan jenazah seorang yang paling ahli dalam penghayatan dan pengamalan terhadap isi Al-Qur'an (Al-Hadits, diriwayatkan oleh Annasaa'ii dan Tirmidzii dengan argumentasi paling benar). Kemungkinan proses ini terjadi karena banyaknya korban yang mati dalam suatu peperangan atau karena banyaknya kematian akibat suatu wabah penyakit yang sangat ganas. Selain itu kubur-tumpang mungkin merupakan pelaksanaan dalam menunaikan nadzar, washiyat maupun amanat. Istilah kubur-tumpang pertama kali muncul di Indonesia sekitar tahun 1970-an yang dilontarkan oleh Prof. Dr. Hamka untuk menerapkan hukum Islam tentang penguburan yang bersumber pada Al-Qur'an dan Al-Hadits sunnah Rasulullah Muhammad SAW sebagai belligrandi (penengah) atas sengketa tanah pemakaman akibat adanya penggusuran tanah-tanah tersebut di Jakarta ketika itu.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | Social and Political Sciences > Archaeology |
| Divisions: | OR_Arkeologi_Bahasa_dan_Sastra |
| Depositing User: | Bayu Indra Saputro |
| Date Deposited: | 03 Mar 2026 02:17 |
| Last Modified: | 03 Mar 2026 02:17 |
| URI: | https://karya.brin.go.id/id/eprint/57696 |


Dimensions
Dimensions