Pendekatan Pedogeomorfologi Dalam Penelitian Arkeologi Di Gunung Lanang dan Gunung Wingko (Bantul)

Sunarto, Sunarto (1986) Pendekatan Pedogeomorfologi Dalam Penelitian Arkeologi Di Gunung Lanang dan Gunung Wingko (Bantul). Berkala Arkeologi, 7 (1): 3. pp. 27-38. ISSN 0216 - 1419

[thumbnail of admin,+449-Article+Text-2011-1-10-20190704.pdf]
Preview
Text
admin,+449-Article+Text-2011-1-10-20190704.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of 3978] Text
3978 - Published Version

Download (3kB)

Abstract

Apabila diperhatikan, keadaan alam itu mengikuti pola-pola alamiah tertentu, sehingga mempunyai bentuk khas yang lazim disebut sebagai bentuklahan (landform). Pengertian bentuklahan itu sendiri pada prinsipnya adalah bagian dari permukaan bumi yang mempunyai karakteristik bentuk yang khas, akibat dari kuatnya pengaruh proses dan susunan batuan tertentu selama perkembangannya. Karena bentuk permukaan bumi itu khas dengan proses tertentu dan susunan batuan tertentu pula, maka selama perkembangan bentuklahan itu terjadi, manusia yang hidup pada bentuklahan itu akan terpengaruh pula. Di bawah pengaruh bentuklahan, manusia hidup dan berkehidupan sosial-budaya, yang akhimya meninggalkan berbagai artefak yang kini telah terkubur di dalam tanah.

Item Type: Article
Subjects: Social and Political Sciences > Archaeology
Divisions: OR_Arkeologi_Bahasa_dan_Sastra
Depositing User: Bayu Indra Saputro
Date Deposited: 03 Mar 2026 02:18
Last Modified: 03 Mar 2026 02:18
URI: https://karya.brin.go.id/id/eprint/57694

Actions (login required)

View Item
View Item