Widianto, Harry (1986) Posisi Stratigrafi Dan Teknologi Alat Serpih Sangiran. Berkala Arkeologi, 7 (1): 1. pp. 1-14. ISSN 0216 - 1419
admin,+447-Article+Text-2007-1-10-20190704.pdf
Download (1MB) | Preview
3976 - Published Version
Download (3kB)
Abstract
Persoalan alat paleolitik dan manusia purba, masih merupakan persoalan menarik dalam hakekat sejarah perkembangan manusia. Keduanya tidak dapat dipisahkan kaitannya selama Kala Plestosen, yaitu suatu periode kehidupan antara dua juta hingga 10.000 tahun silam. Oleh sifatnya yang tahan terhadap kekuatan destruktif alam, alat-alat batu yang sederhana tersebut telah dianggap bukti tentang eksistensi manusia saat itu. Bukti-bukti kehidupan tersebut ditemukan kembali dalam endapan Plestosen yang terbentuk, antara lain endapan-endapan teras sungai purba. Asal-usul manusia menjadi begitu kontroversiil selama berabad-abad, dan meliputi masa yang sangat gelap. Penemuan sisa-sisa Pithecanthropus erectus oleh Eugene Dubois di Desa Trinil pada tahun 1890 dan 1891, merupakan penemuan yang sempat menggemparkan dunia pengetahuan, dan hingga pertengahan abad 20 telah menjadi suatu legenda.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | Social and Political Sciences > Archaeology |
| Divisions: | OR_Arkeologi_Bahasa_dan_Sastra |
| Depositing User: | Bayu Indra Saputro |
| Date Deposited: | 03 Mar 2026 02:19 |
| Last Modified: | 03 Mar 2026 02:19 |
| URI: | https://karya.brin.go.id/id/eprint/57692 |


Dimensions
Dimensions