Widianto, Harry and Koestoro, Lucas Partanda (1984) Masa Depan Arkeologi Bawah Air di Indonesia. Berkala Arkeologi, 5 (1): 3. pp. 25-38. ISSN 0216 - 1419
admin,+Widianto+Lukas_25-38.pdf
Download (6MB) | Preview
4008 - Published Version
Download (3kB)
Abstract
Perkembangan arkeologi sebagai suatu ilmu yang mempelajari kehidupan masa silam berdasarkan benda-benda yang ditinggalkan, telah mengalami kemajuan pesat sejak abad 19. Bermula dari minat yang menimbulkan pengkoleksian benda-benda arkeologis, yang berakhir dengan usaha untuk mengungkap beberapa aspek yang mellputi benda tadi, antara lain jenis, fungsi, periode dan sebagainya. Langkah seperti ini mulai terlihat jelas pacrd tahun 1836, ketika J .C Thomsen~ kurator dari Museum Nasional Copenhagen, memperkenalkan Sistem Tiga. iaman (Three Ages ·system) bagi benda-benda hasil koleksinya. Klasifikasi tersebut didasarkan pada bahan dasar, yaitu batu, perunggu dan. besi (Soejono, 1976: 4). Kemudian disusul dengan langkah berikutnya yang lebih terarah, sehingga dalam waktu singkat, Ilmu Arkeologi telah mengalami proses pematangan. Konsekwensi logis dari proses tadi adalah tuntutan metode kerja yang sistematis bagi ilmu ini, seperti yang dinyatakan oleh Fagan sebagai berikut: ''We have talked of Archaeology as a discipline,_a label diliberately chosen because it fits well. The methods of archaeological research imply disicipline--accurate recording. precise excavation, using scientific methode, and detail analysis in the laboratory (Fagan, 1975:7)
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | Social and Political Sciences > Archaeology |
| Divisions: | OR_Arkeologi_Bahasa_dan_Sastra |
| Depositing User: | Bayu Indra Saputro |
| Date Deposited: | 03 Mar 2026 02:35 |
| Last Modified: | 03 Mar 2026 02:35 |
| URI: | https://karya.brin.go.id/id/eprint/57637 |


Dimensions
Dimensions