Optimalisasi cross- dan direct coupled fiber optic ring resonator (FORR) dengan variasi coupling coefficient (K) rentang nilai 0.01–0.99

Sasono, Rahardjo (2014) Optimalisasi cross- dan direct coupled fiber optic ring resonator (FORR) dengan variasi coupling coefficient (K) rentang nilai 0.01–0.99. Masters thesis, Universitas Indonesia.

[thumbnail of Tesis_SasonoRahardjo_UI_2014_1.pdf] Text
Tesis_SasonoRahardjo_UI_2014_1.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (33MB)

Abstract

Riset ini ditujukan untuk mengembangkan sensor dan filter fiber optik berbasis ring resonator, yang dikenal sebagai Fiber Optic Ring Resonator (FORR). Dikarenakan kendala biaya dan waktu terkait dengan analisis laboratorium modern, muncullah kebutuhan akan teknik pemantauan in-situ yang simple/sederhana, murah, real-time, cepat dan berkelanjutan di berbagai bidang yang luas seperti, medis, farmasi, lingkungan, pertahanan, bioprocessing atau teknologi makanan. Divais sensor optik ini dapat dianggap sebagai alternatif yang menarik dikarenakan sensitivitas, selektivitas, versatilitas, ketahanan, dan kapabilitas akan pemantauan multi analisa secara simultan. Sementara itu di dunia oolekomunikasi, FORRjuga dipakai sebagai komponen pendukungjaringan komunikasi fiber optik, seperti menjadi interleaver ataupun add/dropp, multiplexer (mux) dan demultiplexer (demux), yang telah memanfaatkan ring resonator sebagai divaisnya.

FORR memberikan interest untuk diaplikasikan pada optical communication dan optical sensor. Konfigurasi FORR yang terdiri atas I coupler dan straight fiber optic dapat bertipe cross (CFORR) dan bertipe direct (DFORR). Keduanya diformulasikan dengan mempertimbangkan intensitas keluaran dan intensitas loop untuk berbagai keadaan dari koefisian transmisi, power coupling coefficient, dan dibandingkan dengan hasil dari konfigurasi yang pernah dilaporkan sebelumnya. Analisis menunjukkan bahwa perbedaan utama intensitas kedua konfigurasi terhadap perubahan coupling coefficient. Power coupling coefficients, K, diubah dengan variasi nilai dari 0.01 sampai dengan 0.99. melengkapi paper Seraji, utk tipe cross naik dan turun, tipe direct opposite dgn tipe direct. Pada saat K membesar, intensitas keluaran saat kondisi resonansi untuk tipe cross pun akan menurun dan mencapai titik minimum pada saat K = 0.93 dan selanjutnya akan membesar nilai keluarannya secara tajam, sedangkan untuk tipe direct intensitas keluaran mengecil secara tajam dan mencapai titik minimum pada K= 0.07, dan selanjutnya akan meningkat nilainya secara tajam. Poin utama yang lain adalah pada saat kappa bernilai 0.5, maka kedua konfigurasi menunjukkan keluaran intensitas dengan nilai yang tidak jauh berbeda. Hasil ini adalah menambahkan hasil yang telah dilaporkan Seraji [44] sebelurnnya. Hasil analytic yang diberikan dalam laporan ini adalah bermanfaat dalam pemilihan konfigurasi ORR untuk aplikasi-aplikasi tertentu khususnya dalam kasus penggunaan nonlinear dari konfigurasi ORR.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Optical fiber detectors, Optical wave guides, Optical communication systems, Resonators (Optics)
Subjects: Communication
Communication > Communication & Information Theory
Physics
Physics > Optics & Lasers
Electrotechnology
Electrotechnology > Circuits
Electrotechnology > Optoelectronic Devices & Systems
Electrotechnology > Power & Signal Transmission Devices
Divisions: OR_Elektronika_dan_Informatika > Telekomunikasi
Depositing User: Rasty -
Date Deposited: 16 Apr 2026 02:46
Last Modified: 16 Apr 2026 02:46
URI: https://karya.brin.go.id/id/eprint/54211

Actions (login required)

View Item
View Item