Prospek penerapan teknologi enzim glukosa isomerase pada industri gula fruktosa di Indonesia: orasi pengukuhan profesor riset bidang biokimia dan biologi molekuler

Witono, Basuki (2011) Prospek penerapan teknologi enzim glukosa isomerase pada industri gula fruktosa di Indonesia: orasi pengukuhan profesor riset bidang biokimia dan biologi molekuler. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta. ISBN 9789793733432

[thumbnail of 9789793733432_WitonoBasuki_2011.pdf]
Preview
Text
9789793733432_WitonoBasuki_2011.pdf - Published Version

Download (15MB) | Preview

Abstract

Dapat disimpulkan bahwa penerapan teknologi enzim glukosa isomerase di industri gula fruktosa sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia,
Riset dalam teknologi glukosa isomerase terus berkembang untuk menghasilkan enzim yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Dengan kemajuan ilmu dan teknologi dewasa ini, enzim glukosa isomerase akan semakin efektif dan efisien dalam penerapannya.
Untuk memenuhi kebutuhan industri, enzim glukosa isomerase yang ideal adalah enzim yang mempunyai pH optimum yang lebih rendah dari saat ini (sekitar ph 7.0), temperatur optimum yang lebih tinggi (>70°C), dan mempunyai afinitas yang lebih tinggi terhadap glukosa. Kedepan, apabila dengan teknologi rekombinan DNA dimungkinkan, penyatuan gen a-glukosidase dan gen glukosa isomerase dalam satu mikroorganisme, teknologi ini akan memperpendek waktu reaksi dan menghemat biaya alat produksi gula fruktosa.
Penerapan teknologi enzim glukosa isomerase pada industri gula fruktosa di Indonesia dapat menjadi pilihan untuk mengurangi impor gula yang akhir-akhir ini semakin langka dan mahal. Dalam pencrapannya, selain dapat dilakükan oleh industri besar, teknologi ini juga dapat diterapkan di pedesaan. Produksi gula fruktosa tidak akan mengganggu industri gula tebu yang sudah ada, karena gula fruktosa mempunyai pasar yang berbeda dengan gula tebu. Namun dengan berkembangnya industri gula ratinasi di Indonesia, industri gula fruktosa mempunya posaing yang kuat karena keduanya mempunyai pasar yang sama yaitu industri makanan dan minuman.
Melihat potensi.tanaman.kaboidrat.yong dimiliki, Indonesia, sebenarnyá Indonesia mempunyai potensi besar untuk mengem-bangkan teknologi ini. Keberhasilan penerapan teknologi ini untuk mengatasi impor gula, sepenuhnya tergantung dari kebijakan dan
konsistensi Pemenntah untuk mendorong industri gula fruktosa berkembang di Indonesia.

Item Type: Book
Uncontrolled Keywords: Industrial engineering, Gula fruktosa
Subjects: Agriculture & Food > Food Technology
Divisions: OR_Pertanian_dan_Pangan > Teknologi_dan_Proses_Pangan
Depositing User: Rasty -
Date Deposited: 10 Jun 2026 02:52
Last Modified: 10 Jun 2026 02:52
URI: https://karya.brin.go.id/id/eprint/47236

Actions (login required)

View Item
View Item