Persepsi remaja terhadap pernikahan dini di Desa Rancabango Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut

Sukmawati, Sukmawati and Imel, Nuraeni and Witdiawati, Witdiawati (2024) Persepsi remaja terhadap pernikahan dini di Desa Rancabango Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut. Manuju: Malahayati Nursing Journal, 6 (1): 22. pp. 233-245. ISSN 2655-2728

[thumbnail of 2655-2728_6_1_2024-22.pdf]
Preview
Text
2655-2728_6_1_2024-22.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (458kB) | Preview

Abstract

Angka pernikahan dini di berbagai negara terus mengalami peningkat dari tahun ke tahun. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah pernikahan dini peringkat ke 37 di dunia. Jawa Barat menduduki peringkat ke dua tertinggi setelah Kalimantan selatan. Garut termasuk salah satu kabupaten di Jawa Barat dengan penyumbang pernikahan dini terbanyak, khususnya di desa Rancabango kecamatan Tarogong Kaler. Persepsi remaja berpengaruh dan berperan penting terhadap kejadian pernikahan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persepsi remaja putri terhadap pernikahan dini. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, sampel remaja putri usia 16-19 tahun berjumlah 138 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner terkait persepsi remaja yang dirancang oleh Winda Desi Aryanti (2018) dengan hasil uji validitas 0,361 dan realibilitas 0,943 terdiri dari 10 pertanyaan kognitif, 10 pertanyaan afektif dan 10 pertanyaan konatif. Analisia data univariat yang disajika dalam tabel distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitan menunjukan persepsi aspek kognitif sebagian besar berada pada kategori paham (90,6%), aspek afektif berada pada kategori mendukung (62,3%), dan aspek konatif berada pada kategori kurang baik (66,7%). Meskipun persepsi pada aspek kognitif menunjukan remaja paham dan memiliki pengetahuan baik namun masih ditemukan beberapa remaja yang memiliki masalah pada beberapa indator aspek persepsi terhadap pernikahan dini yaitu pada aspek afektif remaja mendukung pernikahan dini dan aspek konatif remaja kurang baik terhadap pernikahan dini. Diperlukan intervensi dari tenaga kesehatan untuk memberikan pendidikan terkait pernikahan usia dini beserta dampak yang ditimbulkan kepada remaja, orangtua, dan masyarakat sehingga diharapkan dapat menurunkan dan mencegah terjadinya pernikahan dini.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Pernikahan dini, Persepsi, Remaja putri, Teenage girls, Teenage marriage, Cognition, Perception, Health education of women
Subjects: Health Resources > Community & Population Characteristics
Health Resources > Health Education & Manpower Training
Depositing User: Djaenudin djae Mohamad
Date Deposited: 26 Jul 2024 06:35
Last Modified: 26 Jul 2024 06:35
URI: https://karya.brin.go.id/id/eprint/33490

Actions (login required)

View Item
View Item