Penetapan konstanta kecepatan reaksi antara elektron terhidrasi dengan proton

Geni Rina Sunaryo (1995) Penetapan konstanta kecepatan reaksi antara elektron terhidrasi dengan proton. In: Proceedings Seminar Sains dan Teknologi Nuklir PPTN-BATAN, 21-22 Maret 1995, Bandung.

[thumbnail of Prosiding_Geni Rina S_Pusat Penelitian Teknologi Keselamatan Reaktor_1995.pdf]
Preview
Text
Prosiding_Geni Rina S_Pusat Penelitian Teknologi Keselamatan Reaktor_1995.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://-

Abstract

Konstanta kecepatan reaksi (k₁) antara produk radiolisis elektron terhidrasi (eaq-)dengan proton (H⁺) pada rentang temperatur 25 - 250° ditetapkan dengan metode pulsa radiolisis. Larutan HClO₄ dengan konsentrasi 10⁻⁶ 10⁻⁵ M digunakan sebagai sumber proton.

eaq- + H⁺ → H(1)

Elektron beom dengan lebar pulsa 0,1 dan 0,2 µs dengan dosis antara 0,4 sampai l,6 Gy/pulsa dihasilkan dari pemercepat elektron Dinamitron dengan energi 2,2MeV. Serapan yang terbentuk diamati melalui perubahan intensitas cahaya lampu Xenon pada panjang gelombang 824 nm. Data tersebut dikirimkan ke komputer dan kemudian diubah menjadi kurva fungsi perubahan kerapatan optik terhadap waktu. Dengan perhitungan menggunakan persamaan kinetika yang ada, di dapatlah nilai konstanta kecepatan reaksi. Peluruhan eaq tersebut mengikuti reaksi orde pertama hingga temperatur 125°C, tetapi pada temperatur yang lebih tinggi diamati adanya ekor serapan. Ketergantungan kerapatan optik dari ekor serapan tersebut pada panjang gelombang identik dengan serapan eaq-. Semakin besar konsentrasi proton yang ditambahkan, semakin besar pula kerapatan optiknya. Keberadaan ekor serapan tersebut dihilangkan dengan penggunaan etanol. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa pada temperatur tinggi, reaksi balik dari reaksi 1 (k₂) semakin dominan. Dari plot Arrhenius (fungsi perubahan konstanta reaksi terhadap temperatur) diketahui bahwa reaksi (1) adalah reaksi kontrol difusi yang tidak sederhana yang mempunyai aktivitas sebesar 3,5 kcal/mol dan reaksi balik (kjì sebesar 7,3 kcal/mol. Konstanta kecepatan reaksi (k₁) pada 25 dan 250° C adalah 2,23xl0¹°mol⁻¹s⁻¹ dan 2,lxl0¹¹mol⁻¹s⁻¹.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: Taksonomi BATAN > Reaktor Nuklir > Operasi dan Pemeliharaan Reaktor > Operasi
Taksonomi BATAN > Reaktor Nuklir > Operasi dan Pemeliharaan Reaktor > Operasi
Taksonomi BATAN > Reaktor Nuklir > Teknologi Reaktor > Sistem Reaktor
Taksonomi BATAN > Reaktor Nuklir > Teknologi Reaktor > Sistem Reaktor
Divisions: BATAN > Pusat Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir
IPTEK > BATAN > Pusat Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir
Depositing User: - Rahmahwati -
Date Deposited: 27 Mar 2023 08:53
Last Modified: 31 Mar 2023 14:05
URI: https://karya.brin.go.id/id/eprint/15095

Actions (login required)

View Item
View Item