Pemanfaatan limbah abu terbang (fly ash) batubara sebagai bahan campuran batako dengan teknik solidifikasi

M., Arif Akbar and Yulisa, Fitrianingsih and Hendri, Sutrisno (2022) Pemanfaatan limbah abu terbang (fly ash) batubara sebagai bahan campuran batako dengan teknik solidifikasi. Jurnal Rekayasa Lingkungan Tropis, 3 (1): 4. pp. 23-29. ISSN 2962-2158

[thumbnail of Jurnal_M. Arif Akbar_Universitas Tanjungpura_2022-4.pdf]
Preview
Text
Jurnal_M. Arif Akbar_Universitas Tanjungpura_2022-4.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sanggau menggunakan batubara sebagai bahan bakar mesin pembangkit listrik dan menghasilkan residu berupa abu terbang (fly ash) dengan rata-rata 0,13 ton/hari. Limbah tersebut merupakan bahan berbahaya dan beracun serta berpotensi menimbulkan pencemaran air dan tanah akibat perlindian logam berat. Tujuan penelitian adalah memanfaatkan limbah fly ash dengan mempertimbangkan parameter uji TCLP yaitu Cadmium (Cd), Krom Valensi Enam (Cr6+), Tembaga (Cu), Timbal (Pb), dan Seng (Zn) berdasarkan baku mutu PP 101 Tahun 2014 dan menguji kuat tekan batako berdasarkan SNI 03-0349-89 yang merupakan bagian dari teknik solidifikasi. Selajutnya menguji efektifitas penurunan logam berat setelah adanya teknik solidifikasi.Penurunan konsentrasi TCLP limbah pada fly ash dan batako dengan campuran fly ash berdasarkan parameter Cd, Cr6+, Cu, Pb, dan Zn ialah 0,70 menjadi <0,005 mg/L; 72,62 menjadi 0,19 mg/L; 51,10 menjadi 0,43 mg/L; 5,46 menjadi 0,055 mg/L; dan 98,29 menjadi 1,10 mg/L. Hasil teknik solidifikasi tersebut menunjukan bahwa parameter uji berada baku mutu berdasarkan PP 101 Tahun 2014 dengan konsentrasi Cd sebesar 0,15 mg/L; Cr6+ sebesar 2,5 mg/L; Cu sebesar 10 mg/L; Pb sebesar 0,5 mg/L; dan Zn sebesar 50 mg/L. Fly ash yang digunakan sebagai campuran batako berjumlah 20% dari pemakaian semen. Pengujian kuat tekan batako berdasarkan umur 7, 14, 21 dan 28 hari dengan 3 kali ulangan (triplo) sampel uji. Rata-rata hasil kuat tekan berdasarkan umur 7; 14; 21 dan 28 hari ialah 16,55; 18,66; 19,36 dan 21,48 Kg/cm2. Maka kuat tekan batako terbaik ialah pada umur 28 hari sebesar 21,48 Kg/cm2 dan memenuhi SNI 03-034989 mutu IV yaitu batako yang digunakan untuk konstruksi seperti penggunaan kontruksi yang tidak memikul beban tetapi selalu terlindungi dari hujan dan terik matahari (diplester dan dibawah atap), dengan standar minimum kuat tekan rata-rata untuk mutu IV ialah 20 Kg/cm2. Sementara efektifitas penurunan logam berat setelah umur batako 7 hari sampai 28 hari, berdasarkan uji TCLP ialah untuk parameter Cd, Cu, Cr6+, Pb dan Zn yaitu sebesar 0%, 37,45%, 44,71%, 38,75% dan 13,41%.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Fly ash, Kuat tekan batako, Teknik solidifikasi, Uji TCLP
Subjects: Environmental Pollution & Control > Air Pollution & Control
Industrial & Mechanical Engineering > Environmental Engineering
Depositing User: Djaenudin djae Mohamad
Date Deposited: 10 Mar 2023 04:08
Last Modified: 10 Mar 2023 04:08
URI: https://karya.brin.go.id/id/eprint/14801

Actions (login required)

View Item
View Item