Evaluasi kekuatan otot dasar panggul dan defek sfingter ani pada perempuan trauma sfingter Ani obstetri pasca repair

Sarnisyah, Dwi Martiani and St. Nur, Asni and Abdul, Rahman and Muh., Firdaus Kasim and Trika, Irianta and Eddy, Tiro (2022) Evaluasi kekuatan otot dasar panggul dan defek sfingter ani pada perempuan trauma sfingter Ani obstetri pasca repair. Obgynia: Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Science, 5 (2): 3. pp. 184-192. ISSN 2615-496X

[thumbnail of Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science_Sarnisyah Dwi Martiani_Universitas Hasanuddin.pdf]
Preview
Text
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science_Sarnisyah Dwi Martiani_Universitas Hasanuddin.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http:// www.obgynia.com

Abstract

Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi defek sfingter ani dan disfungsi otot dasar panggul pada perempuan pasca repair trauma sfingter ani obstetri. Metode: Analitik observasional yang dikembangkan dengan desain kohort prospektif. Perempuan yang mengalami Repair Trauma Sfingter Ani Obstetri pada Bulan Januari 2020-Juni 2021 di beberapa RS jejaring Makassar dinilai defek pasca repair dan keluhan subjektif menggunakan USG Transperineal (Alpinion cube 5 dengan probe transvaginal), Skor Wexner, Numeric Pain Rating Scale dan Perineometer (Peritron 9300 V) yang dilakukan dalam 3 kali pengukuran yaitu pada bulan 1, 3 dan 6 pasca repair. Data diuji menggunakan Mann-Whitney test, Cochrane dan Independent T test. Data diolah menggunakan SPSS 24. Hasil: Dari 51 sampel yang dilakukan pemeriksaan, didapatkan rata-rata usia 27.82±4.04 tahun dengan rerata IMT 24.52±4.31 kg/m2. Sampel didominasi oleh primipara sebanyak 41(80,4%). Rerata berat bayi 3312.75±424.24 gram. Terdapat 5 (9,8%) Pasien yang mengalami defek pasca repair, rerata skor wexner pada sampel dengan defek sfingter ani 1.60±1.14 pada bulan pertama, terdapat perbedaan yang signifikan pada dispareunia (p<0.05) dengan rerata 3.33±1.15 pada sampel dengan defek sfingter ani pada bulan keenam. Tampak peningkatan rerata skor kekuatan otot panggul pada perempuan tanpa defek sfingter ani. Kesimpulan: Gejala subjektif dapat ditemukan pada perempuan tanpa defek sfingter ani. Peningkatan kekuatan otot dasar panggul dapat terjadi seiring bertambahnya waktu pasca repair.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Kekuatan Otot Dasar Panggul, OASIS, Skor Wexner, Defek Sfingter Ani, USG Transperineal
Subjects: Health Resources
Health Resources > Health Care Measurement Methodology
Health Resources > Health Care Technology
Health Resources > Health Services
Depositing User: - Yayan Sofyan
Date Deposited: 21 Feb 2023 04:36
Last Modified: 21 Feb 2023 04:36
URI: https://karya.brin.go.id/id/eprint/14582

Actions (login required)

View Item
View Item