Analisis Awal Perbandingan Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Hutan dari Data Penginderaan Jauh dan Stasiun Meteorologi

Nur Febrianti and Sayidah Sulma and Lintang PM (2015) Analisis Awal Perbandingan Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Hutan dari Data Penginderaan Jauh dan Stasiun Meteorologi. Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan XX dan Kongres VI Masyarakat Ahli Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN). pp. 636-643. (Submitted)

[thumbnail of Prosiding_Nur Febrianti dkk_Pusfatja_2015.pdf]
Preview
Text
Prosiding_Nur Febrianti dkk_Pusfatja_2015.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Sistem peringkat bahaya kebakaran (SPBK) merupakan informasi yang sangat diperlukan untuk antisipasi kebakaran hutan yang sering terjadi di Indonesia. Saat ini SPBK
di Indonesia telah dikembangkan mengacu pada model Canadian Forest Fire Danger Rating System (CFFDRS). Pada penelitian ini dilakukan perbandingan informasi SPBK
yang dihasilkan dari data stasiun meteorologi dan data penginderaan jauh. Perbandingan dilakukan pada parameter Tingkat Kemudahan Penyulutan Api (Fine Fuel Moisture
Code/FFMC) dan Indeks Cuaca Kebakaran (Fire Weather Index/FWI) untuk wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan, kemudian dilakukan modifikasi parameter suhu udara,
curah hujan dan kecepatan angin. Data yang digunakan adalah data 70 stasiun meteorologi, data satelit NOAA 18 AVHRR, data satelit Qmorph, dan data TXLAPS. Hasil pengolahan
menggunakan data stasiun meteorologi cenderung membentuk pola yang global, hal ini dikarenakan 1 stasiun harus diwakilkan daerah yang cukup luas, dengan kata lain 70 stasiun masih kurang sehingga tidak cukup memberikan gambaran yang lebih detail tentang kondisi disuatu daerah. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa FFMC dan FWI dari data penginderaan jauh cenderung lebih tinggi di beberapa wilayah dibandingkan dengan menggunakan data stasiun meteorologi namun informasi yang dihasilkan lebih detil. Hasil modifikasi data suhu udara menunjukkan sebagian kecil FFMC di wilayah Sumatera
meningkat, dan FWI wilayah Kalimantan menurun. Modifikasi curah hujan menyebabkan FFMC dan FWI di Sumatera menurun. Sedangkan modifikasi kecepatan angin hanya
menyebabkan perubahan kecil di Kalimantan

Item Type: Article
Additional Information: ISBN 978-602-97569-1-3
Uncontrolled Keywords: SPBK, FFMC, FWI, penginderaan jauh
Subjects: Taksonomi LAPAN > Teknologi Penginderaan Jauh > Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan > Pemanfaatan Penginderaan Jauh > Pengolahan Data
Divisions: LAPAN > Deputi Penginderaan Jauh > Pusat Pemanfaatan Penginderaan jauh
Depositing User: Administrator Repository
Date Deposited: 26 Mar 2021 15:18
Last Modified: 20 Jul 2022 08:11
URI: https://karya.brin.go.id/id/eprint/11092

Actions (login required)

View Item
View Item