Penentuan Base Forest Probability bagi Klasifikasi Multi Temporal Hutan dan Non Hutan di Pulau Seram

Tatik Kartika and Ita Carolita and Salira Vidyan (2014) Penentuan Base Forest Probability bagi Klasifikasi Multi Temporal Hutan dan Non Hutan di Pulau Seram. Prosiding Seminar Nasional Penginderaan Jauh 2014. pp. 142-151.

[thumbnail of Prosiding_Tatik Kartika_Pusfatja_2014.pdf]
Preview
Text
Prosiding_Tatik Kartika_Pusfatja_2014.pdf

Download (647kB) | Preview

Abstract

Forest probability merupakan nilai probabilitas yang menunjukkan tingkat kehijauan dimana nilai nol untuk bukan hutan dan nilai seratus untuk hutan. Untuk mendukung program REDD, diperlukan informasi hutan dan non hutan tahunan serta perubahannya yang diperoleh melalui foret probability tahunan. Salah satu area di Indonesia yang memerlukan informasi hutan adalah Pulau Seram. Pulau Seram adalah salah satu pulau di Provinsi Maluku di mana terdapat Taman Nasional Manusela dengan jenis hutannya terdiri dari mangrove, hutan rawa dan hutan hujan pegunungan. Sebelumnya, diperlukan base forest probability, dimana untuk Pulau Seram diperoleh dari Data Landsat tahun 2007 dan 2008 yang telah melalui proses pra pengolahan data, dan memiliki kelengkapan dalam hal data resolusi tinggi dan tutupan awan yang rendah. Data pendukung lainnya adalah data resolusi tinggi, informasi penutup lahan, dan nara sumber setempat. Metoda yang digunakan adalah interprestasi visual untuk menentukan zona stratifikasi awal dan metode CVA untuk menentukan indeks dan menghasilkan base forest probability bagi setiap zonanya serta memperbaiki batas zona stratifikasi yang dihasilkan sebelumnya. Hasilnya adalah Pulau Seram terbagi menjadi dua zona stratifikasi yaitu zona hutan dataran tinggi dan pesisir. Zona hutan dataran tinggi terdiri dari 3 indeks dimana persamaan untuk indeks-1 adalah B2+B3-2B5, indeks-2 adalah B3+B4, dan indeks-3 adalah - B3+B4 dengan interval threshold hutan untuk masing-masing indeks secara berurutan adalah antara -55 dan -53, 90 dan 95, serta 60 dan 70. Zona pesisir juga terdiri dari 3 indeks dengan indeks yang sama seperti zona dataran tinggi, hanya memiliki threshold yang berlainan. Interval threshold hutan untuk indeks-1 antara -40 dan 0, untuk indeks-2 antara 75 dan 100, dan untuk indeks-3 antara 45 dan 105. Indeks yang diperoleh bisa diterapkan pada zona yang sama di tahun-tahun lainnya dengan penyesuaian nilai threshold-nya

Item Type: Article
Additional Information: ISBN 978-979-1458-77-1
Uncontrolled Keywords: Data Landsat, zona stratifikasi, base forest , indeks, threshold
Subjects: Taksonomi LAPAN > Teknologi Penginderaan Jauh > Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan > Pemanfaatan Penginderaan Jauh > Pengolahan Data > Klasifikasi
Divisions: LAPAN > Deputi Penginderaan Jauh > Pusat Pemanfaatan Penginderaan jauh
Depositing User: Administrator Repository
Date Deposited: 05 Dec 2021 01:27
Last Modified: 20 Jul 2022 08:29
URI: https://karya.brin.go.id/id/eprint/10926

Actions (login required)

View Item
View Item