PENENTUAN KLAS KEDARURATAN RSG-GAS AKIBAT MELELEHNYA 5 ELEMEN BAKAR DAN 1 ELEMEN KENDALI

Kadarusmanto, Kadarusmanto and Suhartono, Suhartono (2014) PENENTUAN KLAS KEDARURATAN RSG-GAS AKIBAT MELELEHNYA 5 ELEMEN BAKAR DAN 1 ELEMEN KENDALI. Buletin "Reaktor". pp. 55-63. ISSN ISSN: 0216-2695

[thumbnail of 6-Kadarusmanto.pdf]
Preview
Text
6-Kadarusmanto.pdf

Download (477kB) | Preview

Abstract

PENENTUAN KLAS KEDARURATAN RSG-GAS AKIBAT MELELEHNYA 5 ELEMEN BAKAR DAN 1 ELEMEN KENDALI. Saat ini RSG-GAS beroperasi dengan daya 15 MW dengan menggunakan bahan bakar silisida. Dalam Pengoperasian RSG-GAS dapat terjadi kecelakaan yang mengakibatkan kedaruratan. Sumber radiasi yang dapat mengakibatkan kecelakaan di RSG-GAS adalah bahan bakar. Kecelakaan dipostulasikan akibat melelehnya 5 elemen bakar dan 1 elemen kendali dengan fraksi bakar 60% dan terjadinya kegagalan sistem proteksi reaktor sehingga terjadi lepasan radioaktif ke lingkungan. Makalah ini membahas kecelakaan radiasi disebabkan melelehnya 5 elemen bakar dan 1 elemen kendali serta membahas klasifikasi kedaruratan yang harus ditetapkan akibat dari kecelakaan tersebut. Perhitungan lepasan radioaktif dilakukan dengan menggunakan paket program Origen2 dan HotSpot. Dari hasil perhitungan dengan Origen2 diperoleh aktivitas total sebesar 5,352×106 Curie. Hasil perhitungan dengan HotSpot diperoleh bahwa pada jarak 5 km Total Effective Dose Equivalent (TEDE) adalah sebesar 200 mSv dan berdampak sampai ke luar tapak. Oleh sebab itu klas kedaruratan RSG-GAS digolongkan sebagai klas Kedaruratan Umum sehingga Pengusaha Instalasi harus menyiapkan tablet yodium untuk pekerja dan penduduk dalam zona perencanaan (UPZ) dan dalam menanggulangi kedaruratan harus melakukan koordinasi dengan instansi luar Batan. Dengan diketahuinya klas kedaruratan, maka RSG-GAS dapat lebih siap apabila terjadi kedaruratan.

Kata Kunci : kedaruratan, elemen bakar, lepasan radioaktif

ABSTRACT

CLASSIFICATION OF NUCLEAR EMERGENCY OF THE GA. SIWABESSY REACTOR DUE FIVE STANDARD FUELS AND ONE CONTROL FUEL MELTING. Currently the GA. Siwabessy fueled using silicide fuel is reactor operated at 15 MW. Fuel itself is considered as radiation source able to cause an accident then emergency measure need to be developed to mitigate the consequences. This paper talk about radiation accident due to five standard fuels and 1 control fuel having burn up of 60% melting and it discusses of emergency classification should be determined due that accident. Calculation of radiation release to the environment is carried out using ORIGEN2 computer code and HotSpot. Result from ORIGEN2 is obtained that total activities is 5,352×106 Curie.Meanwhile, HotSpot provides Total Effective Dose Equivalent (TEDE) of 200 mSv at a distance of 5 km This radiation release having effect to the environment. Therefore the nuclear emergency of the GA Siwabessy reactor is determined as General Emergency at which Installation Authority should provide yodium tablet to workforce and nearby resident (UPZ). Emergency management have to coordinate with external body. Recognizing nuclear emergency class is important to effectively manage activities.

Key words: Emergency, fuel element, radiation release

Item Type: Article
Subjects: Taksonomi BATAN > Keselamatan dan Keamanan Nuklir > Keselamatan Radiasi dan Kesehatan kerja > Kedaruratan Radiasi
Taksonomi BATAN > Keselamatan dan Keamanan Nuklir > Keselamatan Radiasi dan Kesehatan kerja > Kedaruratan Radiasi
Divisions: BATAN > Pusat Reaktor Serba Guna
IPTEK > BATAN > Pusat Reaktor Serba Guna
Depositing User: Administrator Repository
Date Deposited: 18 Jun 2019 03:53
Last Modified: 31 May 2022 09:06
URI: https://karya.brin.go.id/id/eprint/9004

Actions (login required)

View Item
View Item