KARAKTERISASI PM2.5 SEBAGAI EARLY WARNING PENCEMARAN TIMBAL DI BEBERAPA KOTA DI INDONESIA

Santoso, Muhayatun and Lestiani, Diah Dwiana and Kurniawati, Syukria and Kusmartini, Indah (2013) KARAKTERISASI PM2.5 SEBAGAI EARLY WARNING PENCEMARAN TIMBAL DI BEBERAPA KOTA DI INDONESIA. In: Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Nuklir PTNBR – BATAN Bandung, 4 Juli 2013, BANDUNG.

[thumbnail of Muhayatun_Semnas_ karakterisasi PM2.5 sebagai early warning pencemaran timbal di beberapa kota di indonesia.pdf]
Preview
Text
Muhayatun_Semnas_ karakterisasi PM2.5 sebagai early warning pencemaran timbal di beberapa kota di indonesia.pdf

Download (114kB) | Preview
[thumbnail of Semnas Sains dan Teknologi Nuklir_2013.pdf]
Preview
Text
Semnas Sains dan Teknologi Nuklir_2013.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Bahaya pencemaran Timbal (Pb) telah secara signifikan
menyebabkan gangguan kesehatan termasuk gangguan kecerdasan anak. Bahaya cengkeraman timbal telah teridentifikasi terjadi di beberapa lokasi di Indonesia, sehingga sangat dibutuhkan suatu penelitian yang dapat digunakan sebagai early warning agar dampak lingkungan dan kerugian finansial yang lebih besar dapat dihindari. Karakterisasi Pb perlu dilakukan secara komprehensif agar
didapatkan sebuah rekomendasi yang berbasis scientific research yang valid dan akurat. BATAN bekerjasama dengan PUSARPEDAL dan badan pengelolaan lingkungan hidup daerah, pada tahun 2012 melakukan kajian berupa pemantauan dan karakterisasi PM2,5 di 6 titik lokasi sampling di daerah
Jakarta, Serpong, Bandung, Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya. Pengambilan sampel partikulat udara dilakukan seminggu sekali selama 24 jam menggunakan alat pencuplik Gent stacked filter unit.
Analisis sampel dilakukan menggunakan teknik analisis nuklir yang advance dan sangat sesuai untuk karakterisasi PM2,5 yang memiliki bobot sangat kecil ~ 200 ug. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa konsentrasi Pb di daerah Surabaya memiliki kadar puluhan hingga ribuan kali dan secara signifikan berbeda jika dibandingkan dengan daerah lainnya. Hasil tersebut dapat digunakan sebagai kunci utama dalam melakukan identifikasi dan estimasi lokasi sumber pencemar agar kebijakan yang tepat dan terarah dapat dicapai. Adapun untuk daerah Serpong hasil yang diperoleh menunjukan bahwa pencemaran Pb yang telah terdeteksi di Serpong sejak 1996, masih berlangsung hingga tahun 2012.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Uncontrolled Keywords: karakterisasi, teknik analisis nuklir, timbal, PM2,5
Subjects: Taksonomi BATAN > Reaktor Nuklir > Pemanfaatan Reaktor > Teknologi Berkas Neutron
Taksonomi BATAN > Reaktor Nuklir > Pemanfaatan Reaktor > Teknologi Berkas Neutron
Taksonomi BATAN > Keselamatan dan Keamanan Nuklir > Keselamatan Lingkungan
Taksonomi BATAN > Keselamatan dan Keamanan Nuklir > Keselamatan Lingkungan
Taksonomi BATAN > Keselamatan dan Keamanan Nuklir > Keselamatan Lingkungan > Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Taksonomi BATAN > Keselamatan dan Keamanan Nuklir > Keselamatan Lingkungan > Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Divisions: BATAN > Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan
IPTEK > BATAN > Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan
Depositing User: Administrator Repository
Date Deposited: 11 Feb 2019 10:07
Last Modified: 31 May 2022 09:15
URI: https://karya.brin.go.id/id/eprint/8635

Actions (login required)

View Item
View Item