PEREMPUAN YANG MERAYU PADI: RITUAL DAN GERAKAN MISTIS MENJAGA ALAM DI KOMUNITAS KARAMPUANG

Syamsurijal, Syamsurijal (2024) PEREMPUAN YANG MERAYU PADI: RITUAL DAN GERAKAN MISTIS MENJAGA ALAM DI KOMUNITAS KARAMPUANG. Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora, 9 (2). pp. 156-168. ISSN 2502-4345

Full text not available from this repository. (Request a copy)

Abstract

Gerakan lingkungan seperti ekofeminisme dan deep ecology sedang mendapat kritikan menohok saat ini. Kelompok yang berseberangan menganggap gerakan tersebut mempertuhankan alam dan menisbikan peran manusia sebagai subjek atau khalifatullah di muka bumi. Anggapan kaum yang berseberangan dengan aktivis gerakan lingkungan tersebut rupanya tidak sesuai dengan praktik penjagaan alam yang dilakukan oleh Komunitas Karampuang Sinjai. Ritual alam yang dilakukan komunitas ini dengan memosisikan perempuan sebagai subjek pentingnya, tidaklah menempatkan alam sebagai segala-galanya hingga nyaris mempertuhankannya. Mereka hanya melihat alam sebagai subjek penting sejajar dan bahkan sejawat dengan manusia. Artikel ini bertujuan memberikan gambaran tentang pengetahuan komunitas lokal yang sarat dengan penjagaan terhadap alam. Selain itu tulisan ini juga diharapkan memperkukuh gerakan lingkungan di tengah serangan kaum antroposentris saat ini. Berbasis penelitian kualitatif dengan wawancara dan observasi sebagai cara mengumpulkan data, tulisan ini menunjukkan bahwa dalam masyarakat Karampuang masih terdapat beberapa ritual yang terkait dengan alam, misalnya mappitinro henne (menidurkan padi), sebuah ritual merayu padi agar memberikan kesuburan. Perempuan menjadi subjek penting dalam ritual tersebut. Di saat yang sama alam (tumbuh-tumbuhan dan hewan) dianggap sebagai subjek yang sama dan setara dengan manusia. Dapat disimpulkan bahwa Komunitas Karampuang dengan alam terikat dalam satu ekosistem yang satu sama lain saling mendukung. Mereka secara terang menunjukkan alam bukanlah Tuhan, tetapi manusia juga tidaklah lebih dominan dari alam.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: ecofeminism; environmental rituals; Karampuang community; human nature relationship
Subjects: Social and Political Sciences > Social Concerns
Depositing User: Maria Regina Karunia
Date Deposited: 17 Sep 2026 08:16
Last Modified: 17 Sep 2026 08:16
URI: https://karya.brin.go.id/id/eprint/60457

Actions (login required)

View Item
View Item