Analysis of Green Open Space Requirements Based on Spot - 7 Imagery in Relation to Oxygen Availability for Residents in Central Bogor District, Bogor City

Munawaroh, Munawaroh and Astuti, Nurul and Yogyanti, Galih citra (2024) Analysis of Green Open Space Requirements Based on Spot - 7 Imagery in Relation to Oxygen Availability for Residents in Central Bogor District, Bogor City. In: Seminar Nasional Geomatika VII Tahun 2024, 7 Mei 2024, Bogor.

[thumbnail of Seminargeomatikahal167.pdf] Text
Seminargeomatikahal167.pdf - Published Version

Download (747kB)

Abstract

Ruang terbuka hijau (RTH) memiliki jasa lingkungan yang salah satunya adalah sebagai produsen oksigen. Studi ini mengevaluasi kebutuhan RTH di Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, berdasarkan kebutuhan oksigen penduduk. Cita SPOT-7 digunakan untuk identifikasi RTH di area penelitian. Metode alometri dan regresi digunakan untuk estimasi stok karbon dan estimasi oksigen yang dapat diproduksi oleh RTH. Dengan menggunakan proyeksi jumlah penduduk dan data kebutuhan oksigen di kota, analisis tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan oksigen penduduk setara dengan luas RTH yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan RTH di Kota Bogor diperkirakan mencapai 204,92 Ha untuk memenuhi kebutuhan oksigen penduduk. Studi ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya RTH dalam menjaga kualitas udara dan kesejahteraan penduduk kota. Implikasi kebijakan yang relevan termasuk peningkatan perlindungan dan pengembangan RTH guna memenuhi kebutuhan oksigen yang berkaitan dengan pertumbuhan populasi di Kota Bogor. ABSTRACT Green open space (GOP) has environmental services, one of which is as an oxygen producer. This study evaluates the need for GOP in Bogor Tengah District, Bogor City, based on the population's oxygen needs. SPOT-7 imagery is used to identify GOP in the research area. Allometry and regression methods are used to estimate carbon stocks and estimate oxygen that can be produced by GOP. By using population projections and data on oxygen needs in the city, the analysis shows that the population's oxygen needs are equivalent to the area of open green space required. The research results show that the need for GOP in Bogor City is estimated to reach 204.92 Ha to meet the population's oxygen needs. This study provides an in-depth understanding of the importance of GOP in maintaining air quality and the welfare of city residents. Relevant policy implications include increasing the protection and development of GOP to meet oxygen needs related to population growth in Bogor Tengah District, Bogor City. PENDAHULUAN Kota Bogor merupakan salah satu kota yang secara administratif berada di Jawa Barat dengan luas wilayah sebesar 11.850 Ha terdiri dari 6 kecamatan dan 68 kelurahan. Secara geografis Kota Bogor terletak di antara 6° 36′ 0″ LS, 106° 48′ 0″ BT. Kedudukan geografis Kota Bogor di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor serta lokasinya sangat dekat dengan Ibukota Negara, sehingga Kota Bogor memiliki potensi yang strategis bagi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi dan jasa, pusat kegiatan nasional untuk industri, perdagangan, transportasi, komunikasi, dan pariwisata. Adanya ketidakseimbangan dalam pertumbuhan penduduk, pembangunan, dan laju ekonomi terhadap ketersediaan ruang terbuka hijau sebagai penghasil ketersediaan oksigen sangat berpengaruh. RTH sangat dibutuhkan dalam suatu wilayah untuk menstabilkan iklim serta

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: Environmental Pollution & Control
Urban & Regional Technology & Development
Depositing User: Rizzal Rosiyan
Date Deposited: 10 Jun 2026 22:56
Last Modified: 10 Jun 2026 22:56
URI: https://karya.brin.go.id/id/eprint/58796

Actions (login required)

View Item
View Item