Indeks kemiskinan manusia pada tingkat kabupaten/kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 1996–2001 (analisis data SUSENAS)

Suparna (2002) Indeks kemiskinan manusia pada tingkat kabupaten/kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 1996–2001 (analisis data SUSENAS). Masters thesis, Universitas Gadjah Mada.

[thumbnail of Tesis_Suparna_UGM_2002_1.pdf] Text
Tesis_Suparna_UGM_2002_1.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (31MB)

Abstract

Kemiskinan selama ini direfleksikan dalam satu dimensi dari kehidupan atau satu indikator saja, yaitu kurangnya pendapatan. Kemiskinan sebenarnya memiliki dimensi lain, yaitu rendahnya peluang untuk hidup lama, untuk memperoleh pendidikan, dan untuk memiliki akses pada pelayanan dasar agar hidup sehat. Dengan rendahnya peluang yang dimiliki, maka penduduk dihadapkan pada rendahnya peluang untuk hidup layak sesuai dengan harkat kemanusiaan. Kemiskinan atas pilihan yang tersedia untuk hidup layak tersebut diukur dengan indeks kemiskinan manusia (IKM). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran variasi dan perkembangan indeks kemiskinan manusia pada tingkat kabupaten/kota di Provinsi D.I. Yogyakarta, serta mengidentifikasi determinan yang dapat menjelaskan variasi indeks kemiskinan manusia yang ada. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Data untuk penelitian ini terutama diambil dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 1996, 1999, dan 2001. Hanya saja perlu diingat bahwa indeks yang terbentuk adalah disusun dari data agregat.

IKM menurut kabupaten/kota di Provinsi D.I. Yogyakarta menunjukkan bahwa kisaran IKM antar wilayah pada periode 1996–1999 cenderung menyempit, tetapi pada periode 1999–2001 tampak melebar kembali. Apabila digunakan IKM pada level provinsi sebagai pembanding, secara umum IKM Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta berada di bawah IKM provinsi. Sementara itu, tingkat perkembangan IKM kabupaten/kota pada periode 1996–1999 dan 1999–2001 tidak menunjukkan pola yang jelas antar kabupaten/kota yang ada.

IKM berkaitan erat dengan rendahnya pendapatan per kapita, terutama karena dominasi pekerja di sektor pertanian. Dengan rendahnya pendapatan per kapita, penduduk akan menggunakan pendapatannya untuk pemenuhan kebutuhan pokoknya terutama makanan, sehingga akan semakin besar persentase penduduk yang tidak mendapatkan akses pada pelayanan dasar, baik untuk hidup sehat maupun pendidikan, sehingga indeks kemiskinan manusia yang ada akan semakin besar.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Poverty index, Human development, SUSENAS, Social indicators, Regional inequality
Subjects: Urban & Regional Technology & Development
Urban & Regional Technology & Development > Regional Administration & Planning
Urban & Regional Technology & Development > Social Services
Social and Political Sciences
Social and Political Sciences > Census Studies
Social and Political Sciences > Social Concerns
Economics and Business
Economics and Business > Domestic Commerce, Marketing, & Economics
Divisions: OR_Tata_Kelola_Pemerintahan_Ekonomi_dan_Kesejahteraan_Masyarakat > Kebijakan_Publik
Depositing User: Rasty -
Date Deposited: 16 Apr 2026 02:44
Last Modified: 16 Apr 2026 02:44
URI: https://karya.brin.go.id/id/eprint/54215

Actions (login required)

View Item
View Item