Samsuhadi, Samsuhadi (2009) Ujicoba konsep pembentukan organisasi pengelolaan sistem penyediaan air minum dengan kelembagaan koperasi. Technical Report. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta. (Unpublished)
Monograph_Samsuhadi_2009_1.pdf - Other
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Penyelenggaraan SPAM perpipaan di Indonesia sebagian besar dilakukan oleh BUMD yaitu Perusahaan Daerah Air Minum sedangkan untuk non perpipaann masin mengalami kendeala baik dalam hal pendataan maupun pengelolaan Kelembagaannya, Lebih dari 300 PDAM tersebar di seluruh Indonesia, namun lembaga tersebut belum cukup memenuti kebutuhan masyarakat. Hal ini terlihat dari cakupan pelayanan SPAM perpipaan yang sampai dengan tahun 2004 baru bisa mencakup 42% penduduk perkotaan dan 8% penduduk perdesaan. Tingkat pelayanan kepada masyarakat dan kinerjanya pun mash kurang memuaskan, seperti kualitas air yang belum memenuhi syarat air siap minum, pengaliran yang belum kontinyu selama 24 jam, dan tingginya tingkat kebocoran.
Pemeritah mempunyai komitmen dalam peningkatan pemenuhan kebutuhan air minum ini. Komitmen ini tertuang dalam Indonesia Sehat 2010 dan MDGs 2015. Target Indonesia Sehat 2010 adalah meningkatnya cakupan keluarga yang mempunyai akses terhadap air minum yang memenuhi kualitas bakteriologis dan sanitasi di perkotaan dan perdesaan.
Sedangkan target yang ingin dicapai dalam MDGs 2015 yaitu menurunkan separuh jumiah penduduk yang tidal mempunyai akses terhadap air minum yang aman dan fasilitas sanitasi yang layak. Tuntutan percepatan peningkatan pelayanan air minum ini merupakan tantangan tersendiri bagi pemerintah. Perlu pemikiran matang dalam menentukan kebijakan dan langkah-langkah strategis tentang kelembagaan penyelenggara SPAM.
Untuk itu usaha mengembangkan konsep kelembagaan penyelenggara SPAM yang diharapkan mampu menjawab Tantangan tersebut sangat penting. Salah satu bentur kelembagaan yang dianggap cocok untuk dikembangkan adalah koperasi. Koperasi mempunyai tujuan sosial untuk kepentingan bersama, sehingga diharapkan koperasi mampu menjadi penelenggara SPAM dagi masyarakat di kawasan-Kawasan yang belum terjangkau oleh PDAM sekallgus sebagai pemberdayaan ekonomi rakyat.
Inisiasi pengembangan kelembagaan penyelenggara SPAM telah dilakukan dengan memberikan bantuan teknis kelembagaan koperasi dalan penyelenggaraan SPAM yang telah dilakukan pada tahun anggaran 2006. Dari kegiatan tersebut, telah dirumuskan konsep tata cara pendirian koperasi air minum yang mengad, pada UU No. 25/1992 tentang perkoperasian, konsep dasar AD/ART koperasi air minum yang mengacu pada UU No. 25/1992 tentang perkoperasian, desain struktur organisasi koperasi air minum dan uraian tugastya, serta konsep penyiapan SDM untuk operasional Koperasi air minum.
| Item Type: | Monograph (Technical Report) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sistem penyediaan air minum, koperasi, pengelolaan, basis masyarakat |
| Subjects: | Environmental Pollution & Control > Water Pollution & Control |
| Depositing User: | Rasty - |
| Date Deposited: | 10 Jun 2026 03:38 |
| Last Modified: | 10 Jun 2026 03:38 |
| URI: | https://karya.brin.go.id/id/eprint/36395 |


