Jon, Arifian and Sunu, Tikno Tinjauan hasil pengamatan tutupan awan dan angin atas dalam rangka kegiatan pengkajian dan pengembangan modifikasi cuaca di DAS Saguling - Jawa Barat 23 Oktober - 15 Nopember 2000. Technical Report. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta. (Unpublished)
Monograph_JonArifian_2001_1.pdf - Other
Restricted to Registered users only
Download (6MB)
Abstract
Kegiatan modifikasi cuaca yang intinya adalah suatu bentuk intervensi manusia dalam mempengaruhi perkembangan suatu sel awan. Jika dilihat berdasarkan tujuannya modifikasi cuaca dapat terbagi dua yaitu untuk menambah besarnya curah hujan dan untuk mengurangi besarnya intensitas curah hujan. Kedua jenis kegiatan ini sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang terjadi pada saat kegiatan dilaksanakan. Salah satu komponen cuaca yang cukup berengaruh terhadap proses pertumbuhan awan adalah kondisi angin atas di lokasi penelitian. Kondisi angin yang dimaksud adalah kecepatan angin dan arah angin. Kecepatan angin yang sangat kencang kurang mendukung bagi
pertumbuhan awan sedangkan arah angin mempunyai kaitan secara klimatologis terhadap sumber massa udara basah, misalnya angin baratan akan relatif lebih basah bila dibandingkan dengan angin timuran. Meskipun demikian tidak semua angin baratan akan membawa masa udara yang basah, karena faktor-faktor lokal cukup berpengaruh juga dalam proses transport masa udara
tersebut.
Tutupan awan dalam kegiatan modifikasi cuaca juga merupakan suatu indikator untuk mengetahui perkembangan terjadinya suatu pertumbuhan awan baik secara individual (sel) maupun distribusinya. Untuk menyatakan tingkat tutupan awan biasaya menggunakan nilai oktaf (1 s.d. 8). Makin besar nilai oktaf berarti semakin besar tutupan awan yang terjadi saat pengamatan dan sebaliknya. Berdasarkan International Cloud Classification (Anonymous, 1982) disebutkan bahwa awan dibagi dalam 3 golongan besar, ditinjau dari rata-rata ketinggiannya yaitu : (1) Awan tinggi (High Cloud), (2) Awan Menengah (Medium
Cloud) dan (3) Awan rendah (Low Cloud). Masing-masing golongan itu dibagi-bagi menurut jenisnya dan juga dilihat dari kejadiannya masing-masing. Dalam kaitannya dengan kegiatan penelitian ini jenis awan yang menjadi perhatian adalah awan-awan rendah (Low Cloud) yang difokuskan pada keluarga awan
Cumulus (Cu) dan Stratocumulus (Sc).
Tulisan ini menyajikan hasil pengamatan dan analisis kondisi angin atas dan tutupan awan selama kegiatan penelitian modifikasi cuaca untuk mengurangi intensitas curah hujan di DAS Saguling, Jawa Barat, yang berlangsung mulai tanggal 23 Oktober sampai dengan 15 Nopember 2000
Dalam pembahasan dibagi dalam dua periode : yaitu periode | : 23 Oktober s.d.
3 Nopember 2000 dan periode Il : 4 s.d. 15 Nopember 2000.
| Item Type: | Monograph (Technical Report) |
|---|---|
| Subjects: | Atmospheric Sciences > Meteorological Data Collection, Analysis, & Weather Forecasting |
| Depositing User: | Rasty - |
| Date Deposited: | 10 Jun 2026 03:40 |
| Last Modified: | 10 Jun 2026 03:40 |
| URI: | https://karya.brin.go.id/id/eprint/35737 |


