Heru Sri, Naryanto (2000) Prinsip dasar bencana, mitigasi dan penanggulangan bencana di Indonesia. Discussion Paper. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta. (Unpublished)
Monograph_2000_HeruSriNaryanto_1.pdf - Presentation
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Jumlah kerugian yang terjadi akibat bencana baik itu korban jwa maupun harta sudah tidak bisa dihitung lagi, sehingga diperlukan adanya upaya mitigasi dan penanggulangan bencana yang baik, tepat dan akurat untuk mengurangi kerugian yang lebih besar. Bencana banyak terjadi Indonesia baik yang disebabkan oleh alam (gempa, tsunami, longsor, banjir, letusan gunungapi, angin nout, dan sebagainya, maupun karena ulah (kebakaran, recelakaan falu-lintas, pencemaran, ledakan bom, kecelakaan industri, huru-hara, dan sebagainya). Penanggulangan bencana dilakukan sebelum, saat dan setelah terjadinya bencana, yaitu meliputi pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, rehabilitasi dan pembangunan kembali. Organisasi Penanggulangan Bencana yang ada di Indonesia pada tingkat pusat adalah Bakornas PB, Satkorlak PB pada tingkat propinsi, Satlak PB pada tingkat Kabupaten/Kodya serta pada tingkat Kecamatan, Kelurahan. Upaya preventif yang berupa pencegahan, mitigasi serta kesiapsiagaan sangat penting untuk mencegah atau mengurangi jumlah korban yang mungkin terjadi, sehingga perencanaan pembangunan suatu kawasan bisa diantisipasi terhadap resiko bencana yang mungkin timbul untuk menunjang pembangunan berkelanjutan.
| Item Type: | Monograph (Discussion Paper) |
|---|---|
| Additional Information: | Makalah disampaikan pada "Kursus Penanganan Bencana ke 2, Lembaga Penelitian dan Pembangunan Sosial (LPPS) tanggal 13-23 November 2000 |
| Subjects: | Problem Solving Information for State & Local Governments > Environment |
| Depositing User: | Rasty - |
| Date Deposited: | 10 Jun 2026 03:46 |
| Last Modified: | 10 Jun 2026 03:46 |
| URI: | https://karya.brin.go.id/id/eprint/34138 |


