Studi Awal Pengaruh Pemberian Asam Boron dan Penembakan Neutron terhadap cell fibroblast dan cell lineKanker Payudara

Giner Maslebu, Jodelin Muninggar, Ferdy S. Rondonuwu, Suryasatriya Trihandaru, Widarto Widarto, Yohannes Sardjono

Abstract


Kanker merupakan salah satu penyakit mematikan yang mendapatkan perhatian serius oleh peneliti dan praktisi di bidang kesehatan. Penyakit kanker adalah penyakit yang timbul akibat pertumbuhan tidak normal sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker.Dari berbagai jenis kanker, kasus yang paling banyak terjadi pada kaum perempuan adalah kanker payudara. Teknik pengobatan kanker terus dikembangkan sehingga mampu secara selektif membunuh target sel kanker (cell targeting) dan memberikan efek yang minimal bagi sel sehat di sekitar target. Salah satu teknik pengobatan yang menjanjikan adalah Boron Neutron Captured Teraphy (BNCT). Dalam penelitian ini, sel fibroblast dan sel kanker payudara T47D dipanen pada sumuran setelah diinkubasi selama 16 jam, kemudian diberikan perlakuan  asam boron dengan dosis asam boron berjenjang 100 µM, 200 µM, 400 µM.Penembakan neutron diberikan dengan flux sebesar 1010 neutron/cm2s mengggunakan sumber neutron pada fasilitas reaktor Kartini PSTA-Batan terhadap kultur selselama 30 menit. Pada sel fibroblast tingkat kematian sel berkisar antara 2,5-21,212 % setelah pemberian asam Boron dan meningkat menjadi 24,242-71,424 % setelah penembakan neutron. Pada sel kanker payudara T47D tingkat kematian sel berkisar antara 26,761-48,76 % setelah pemberian asam Boron dan meningkat menjadi 36,585-56,25 % setelah penembakan neutron. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh pemberian asam Boron dan penembakan Neutron terhadap tingkat kematian sel.


Keywords


asam boron, fibroblast, kanker payudara, neutron

Full Text:

PDF

References


American Cancer Society., 2014. The History of Cancer, 6.

Merly, A., Milvita, D., Herlida, S., Sandy, K.Y.P., 2016. Verifikasi Dosis Radiasi Kanker Menggunakan TLD-100 pada Pasien Kanker Payudara dengan Penyinaran Open System. Jurnal Fisika Unand,5 (2), 147.

Barranco W.T., Curtis D. Eckhert., 2004. Boric acid inhibits human prostate cancer cell proliferation. Cancer Letters,216(1), 21–29.

Dordas C. and Brown P.H., 2005. Boron deficiency affects cell viability, phenolic leakage and oxidative burst in rose cell cultures. Plant and Soil, 268(1), 293–301.

Gede Sutresna Wijaya., 2016. Analisis Pemantauan paparan Radiasi pada Pilot Plant BNCT. Yogyakarta: Penerbit Lintang Pustaka Indonesia, 5.

Kartawiguna., 2001.Faktor-Faktor yang Berperan pada Karsinogenesis. Jurnal Kedokteran Trisakti, 20(1), 17.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia., 2015. Acuan Pedoman Praktik Klinis Kanker Payudara. Panduan Penatalaksanaan Kanker Payudara. Komite Penanggulangan Kanker Nasional.

Kementerian Kesehatan RI., 2015. Stop kanker: Memperingati Hari Kanker Sedunia, 1-5.

Scorei R., Ciubar R., Ciofrangeanu C.M., Mitran V., Cimpean A., Iordachescu D., 2008. Comparative Effects of Boric Acid and Calcium Fructoborate onBreast Cancer Cells. Biological Trace Element Research, 122(3), 197–205.

Setywan, A., Djakaria, H.M., 2014. Efek Dasar Radiasi pada Jaringan. Jurnal Radioterapi & Onkologi Indonesia, 5(1),25.

US Department of Health and Human Services., 2016. Building on Opportunities in Cancer Research : An Annual Plan and Budget Proposal for Fiscal Year 2016.,5.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/flux.v14i2.4191

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Association with:

Physics Society of Indonesia

Indexed by:

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.