Perubahan klimatologis curah hujan di Sumatra

Juniarti Visa and Rudi Komarudin (2005) Perubahan klimatologis curah hujan di Sumatra. Project Report. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Bandung.

[thumbnail of Laporan_Juniarti_LAPAN_2005.pdf]
Preview
Text
Laporan_Juniarti_LAPAN_2005.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Dengan menggunakan data curah hujan bulanan di daerah Jambi, telah dilakukan penelitian perubahan Klimatologis Curah Hujan di Sumatra (Aceh, Solok, Jambi, Palembang, dan Lampung). Penelitian di fokuskan pada bulan basah (DJF) dan Bulan kering (JJA). Hasil analisis data diperoleh pada bulan basah (DJF) curah hujan maksimum sebesar 664 mm/bln. Dan perubahan rata-rata 30 tahun curah hujan memperlihat pola yang berfluktuasi. Untuk bulan kering (JJA) curah hujan maksimum di Aceh sebesar 584 mm/bln, sedangkan perubahan rata rata 30 tahun trend curah hujan juga berfluktuasi dan terdapat puncak pada periode JJA-4(1930-1959), Kemudian untuk distribusi peluang terjadi perubahan sebesar 10 %, kondisi curah hujan di Aceh pada bulan basah(DJF) normal dan pada bulan kering(JJA) kondisi curah hujannya untuk JJA-7,JJA-8 dan JJA-9 berada dibawah normal.

Untuk daerah Solok, curah hujan pada bulan basah(DJF) maksimum sebesar 1972 mm/bln sedangkan perubahan rata rata 30 tahun curah hujan mempunyai trend berfluktuasi namun terdapat puncak pada periode JJA-5, sedangkan untuk distribusi peluang terdapat perubahan perubahan yang cukup tajam sebesar 12 %. Selanjutnya untuk kondisi curah hujan di Solok ini pada bulan basah(DJF) normal. Untuk bulan kering maksimum curah hujan sebesar 413 mm/bln. Dan perubahan rata rata curah hujan 30 tahunan trendnya juga berfluktuasi namun terdapat puncak pda periode JJA-7 dan cendrung menurun. Untuk distribusi peluang juga terjadi perubahan perubahan pola distribusi sebesar 9 % sedangkan kondisi curah hujan untuk bulan kering ini pada umumnya normal hanya periode JJA-4 sedikit berada dibawah normal.

Untuk daerah Jambi, pada bulan basah (DJF) curah hujan maksimum sebesar 693 mm/bln, perubahan klimatologis curah hujan untuk 30 tahunan mempunyai trend berfluktuasi akan tetapi terdapat puncak pada periode DJF-5(1940-1969), sedangkan distribusi peluang curah hujanpun ada terjadi perubahan perubahan sebesar 10 %. Dan untuk kondisi curah hujannya per 30 tahun terjadi perubahan perubahan namun secara keseluruhan adalah normal. Untuk bulan kering (JJA) curah hujan maksimum sebesar 2130 mm/bln dan perubahan klimatologis curah hujan per 30 tahun terlihat trendnya ferfluktuasi dan pucak terdapat pada periode JJA-6 sedangkan disribusi peluang terjadi pergeseran pergeseran sebesar 18 %. Kondisi curah hujan pada bulan kering ini untuk daerah Jambi normal.

Untuk daerah Palembang, pada bulan basah (DJF) maksimum curah hujan 662 mm/bln. Untuk rata rata 30 tahunan curah hujan mempunyai trend yang berfluktuasi dan puncak terdapat pada periode DJF-1 dan cendrung menurun. Untuk distribusi peluangnya juga terjadi pergeseran pergeseran sebesar 9 %. Perubahan klimatologis curah hujan berada dalam batas normal. Dan untuk bulan bulan kering (JJA) curah hujan maksimum sebesar 354 mm/bln sedangkan perubahan rata rata curah hujan setiap 30 tahun mempunyai trend yang hampir rata dan terdapat puncak pada periode JJA-9 (1980-2003). Kemudian untuk distribusi peluang juga terjadi pergeseran pergeseran sebesar 8 % dan untuk kondisi curah hujan pada bulan kering(JJA) ini adalah normal.

Untuk daerah Lampung, curah hujan maksimum sebesar 1490 mm/bln dan perubahan klimatologis curah hujan untuk setiap 30 tahun menunjukkan trend yang berfluktuasi, puncak terdapat pada periode DJF-5, sedangkan distribusi peluang ada pergeseran yang terjadi sebesar 12 %, dan untuk kondisi curah hujan di Lampung ini pada bulan basah (DJF) pada periode DJF-5, DJF-6 dan DJF-7 berada diatas normal. Untuk bulan kering (JJA) curah hujan maksimum sebesar 519 mm/bln, untuk perubahan rata rata 30 tahun curah hujan mempunyai trend yang berfluktuasi puncak terdapat pada periode JJA-4, sedangkan untuk distribusi peluang terjadi penyimpangan sebesar 9 %. Kemudian untuk kondisi curah hujan selama bulan kering ini pada periode Jja-8 dan JJA-9 berada dibawah normal.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: Curah hujan, peluang, di atas normal, dibawah normal, weather, climate, rainfall intensity
Subjects: Atmospheric Sciences
Taksonomi LAPAN > Sains Antariksa dan Atmosfer > Penelitian, Pengembangan, dan Perekayasaan > Sains Antariksa > Dinamika Ionosfer dan Cuaca Antariksa
Divisions: LAPAN
Depositing User: - mayang -
Date Deposited: 26 Oct 2023 23:51
Last Modified: 26 Oct 2023 23:51
URI: https://karya.brin.go.id/id/eprint/20697

Actions (login required)

View Item
View Item