PENGGUNAAN BAHAN PEREKAT EPOXY RESIN DAN CYANOACRYLATE PADA KONSERVASI KOLEKSI FOSIL DI MUSEUM MANUSIA PURBA SANGIRAN, JAWA TENGAH

  • Pratamanita Widi Rahayu
  • Andi Putranto
Keywords: Museologi, Konservasi, Fosil, Bahan perekat, Sangiran

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian museologi dengan pokok bahasan konservasi koleksi museum, terutama penggunaan bahan perekat terhadap koleksi museum. Permasalahan yang dibahas adalah dampak penggunaan bahan perekat terhadap koleksi fosil di Museum Manusia Purba Sangiran. Tujuan penelitian adalah untuk memahami metode konservasi fosil serta mengetahui jenis bahan perekat yang paling baik untuk digunakan dalam kegiatan konservasi fosil. Penelitian ini bersifat deskriptif-eksploratif dan menggunakan metode penalaran induktif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan mengamati sampel yang diperoleh dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fosil yang direkatkan dengan epoksi resin mengalami perubahan warna menjadi gelap kehitaman dan terdapat endapan residu resin pada permukaan fosil. Sementara itu, terdapat residu transparan mengilap di permukaan fosil yang direkatkan dengan lem cyanoacrylate.

References

Croft, D. A., L. R. Heaney, dan A. P. Bautista. 2006. “Fossil remains of a new, Diminutive Bubalus (Artiodactyla: Bovidae: Bovini) from Cebu Island, Philippines.” Journal of Mammalogy (87):1037–51.

Daniel, Shanna L. 2007. A Mammoth of a Project: The Conservation of a Columbian Mammoth. Texas.

Elder, A., S. Madsen, G. Brown, C. Herbel, C. Collins, S. Whelan, C. Wenz, S. Alderson, dan L. Kronthal. 1997. “Adhesives and Consolidants in Geological and Paleontological Conservation: A Wall Chart.” SPNHC Leaflets 1(2):1–4.

Ginell, William S. dan Richard Coffman. 1998. “Epoxy Resin-consolidated Stone: Appearance Change on Aging.” Studies in Conservation 43:242–48.

Howie, Francis M. P. 1984. “Conservation and Storage: Geological Material.” Hal. 308–17 in Manual of Curatorship: A Guide To Museum Practice, diedit oleh M. Thompson, John A., D. A. Basse, A. J. Dugga, G. D. Lew, dan A. Fenton. London: Butterworth Heinemann.

Iswidarti, Mega P. 2015. Perancangan Museum Anak-anak di Kota Malang. Malang.

Kalb, J. E. dan D. J. Frohelich. 1995. “Interrelationships of Late Neogene Elephantoids: New Evidence from the Middle Awash Valley, Afar, Ethiopia.” Géobios 28:727–36.

Lewis, Geoffrey D. 1986. “Collections, Collectors and Museums: A Brief World Survey.” Manual of Curatorship: A Guide To Museum Practice 7–22.

Romer, Alfred S. dan Thomas S. Parsons. 1977. The Vertebrate Body. 5th. Philadelphia, PA: Holt-Saunders International.

Sadirin, Hubertus. 2014. Dasar-dasar Konservasi Koleksi Museum. Jakarta: Pusat Pengembangan SDM Kebudayaan.

Sukronedi. 2012. “Konservasi Fosil.” Jurnal Sangiran (1):57–68.

Thornton, Jonathan. 2005. Adhesives and Adhesion. New York: Buffalo State College.

Widianto, Harry dan Truman Simanjuntak. 2009. Sangiran Menjawab Dunia. Sragen: Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran.

Wilson, D. E. dan D. M. Reeder. 2005. Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Vol. 1). Baltimore: The Johns Hopkins University Press.

Published
2021-07-13
How to Cite
Rahayu, P. W., & Andi Putranto. (2021). PENGGUNAAN BAHAN PEREKAT EPOXY RESIN DAN CYANOACRYLATE PADA KONSERVASI KOLEKSI FOSIL DI MUSEUM MANUSIA PURBA SANGIRAN, JAWA TENGAH . Naditira Widya, 15(1), 43-58. https://doi.org/10.24832/nw.v15i1.454