Pengaruh koefisien transfer gas (KLA) terhadap penurunan parameter besi (Fe) dalam air sumur gali menggunakan multiple tray aerator

Dhea, Octavian Zilmy and Kiki, Prio Utomo and Ulli, Kadaria (2022) Pengaruh koefisien transfer gas (KLA) terhadap penurunan parameter besi (Fe) dalam air sumur gali menggunakan multiple tray aerator. Jurnal Rekayasa Lingkungan Tropis, 3 (1): 13. pp. 91-100. ISSN 2962-2158

[thumbnail of Jurnal_Dhea Octavian Zilmy_Universitas Tanjungpura_2022-13.pdf]
Preview
Text
Jurnal_Dhea Octavian Zilmy_Universitas Tanjungpura_2022-13.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (646kB) | Preview

Abstract

Kadar besi (Fe) yang tinggi dalam air menyebabkan timbulnya permasalahan yaitu warna air berubah menjadi kuning kecoklatan. Berdasarkan Permenkes Nomor 32 Tahun 2017, batas maksimum untuk kadar besi (Fe) dalam air yaitu 1 mg/L. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh koefisien transfer gas (KLa) terhadap penurunan parameter besi (Fe). Aerasi merupakan salah satu metode yang dapat menyisihkan kandungan besi (Fe) dalam air. Aerasi dilakukan dengan menambahkan oksigen dalam air, sehingga menimbulkan reaksi oksidasi besi (Fe) yang akan mengendap dalam bentuk Fe(OH)3. Karena besi (Fe) telah teroksidasi, maka kadar besi (Fe) akan berkurang. Penelitian ini menggunakan multiple tray aerator bertingkat 4 dengan jarak antar tray 30 cm, tinggi total 150 cm dan dilakukan dengan 3 kali pengulangan (triplo). Hasil penelitian diperoleh koefisien transfer gas (KLa) dengan multiple tray aerator pada pengulangan 1,2 dan 3 berturut-turut sebesar 0,0328 menit-1, 0,0287 menit-1 dan 0,0957 menit-1. Sedangkan efisiensi penurunan kadar besi (Fe) dengan multiple tray aerator pada pengulangan 1, 2 dan 3 berturut-turut sebesar 30,03%, 28,66% dan 31,29%. Hasil penurunan tersebut belum sesuai baku mutu yang digunakan. Hal ini disebabkan suhu yang tinggi dapat menurunkan kandungan oksigen terlarut, yang kemudian diiringi dengan adanya peningkatan kelarutan besi (Fe) dalam air. Selain itu, kadar besi dalam air tinggi dikarenakan tercemar oleh gas korosif seperti CO2 dan H2S. Berdasarkan analisis uji statistik menggunakan metode regresi non linier, variabel koefisien transfer gas (KLa) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penurunan parameter besi (Fe). Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi koefisien transfer gas (KLa) maka kadar besi (Fe) semakin turun.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Erasi, Kefisien transfer gas (KLa), Multilple tray aerator
Subjects: Environmental Pollution & Control > Water Pollution & Control
Environmental Pollution & Control > Environmental Health & Safety
Industrial & Mechanical Engineering > Environmental Engineering
Depositing User: Djaenudin djae Mohamad
Date Deposited: 11 Mar 2023 03:02
Last Modified: 11 Mar 2023 03:02
URI: https://karya.brin.go.id/id/eprint/14831

Actions (login required)

View Item
View Item