Analisis kemunculan awan hujan berdasarkan jenisnya untuk mendukung kegiatan modifikasi cuaca

Findy Renggono (2015) Analisis kemunculan awan hujan berdasarkan jenisnya untuk mendukung kegiatan modifikasi cuaca. Jurnal Sains dan Teknologi Modifikasi Cuaca, 16 (2). pp. 83-89. ISSN 1411-4887

[thumbnail of analisis.kemunculan.awan.hujan.berdasarkan.jenisnya.untuk.mendukung.kegiatan.modifikasi.cuaca.pdf]
Preview
Text
analisis.kemunculan.awan.hujan.berdasarkan.jenisnya.untuk.mendukung.kegiatan.modifikasi.cuaca.pdf - Published Version

Download (967kB) | Preview

Abstract

Untuk memenuhi kebutuhan cadangan air di tiga danau yang ada di DAS Larona, telah beberapa kali dilakukan penyemaian awan dengan menggunakan Teknologi Hujan Buatan. Teknologi yang selama ini dilakukan adalah penyemaian awan dari udara dengan menggunakan pesawat terbang sebagai sarana penghantar bahan semainya. Namun akhir-akhir ini di Balai Teknologi Modifikasi Cuaca, BPPT telah mulai dikembangkan teknologi penyemaian awan dari darat yang menggunakan menara. Penempatan menara ini perlu mempertimbangkan unsur meteorologi agar bahan semai secara efektif dapat masuk ke dalam awan yang potensial menghasilkan hujan. Dari data satelit dan penakar hujan didapatkan gambaran secara umum sebaran awan hujan. Dengan melakukan analisis reflektifitas radar diperoleh sebaran awan hujan berdasarkan jenis awan hujannya. Dengan metoda ini diketahui bahwa awan-awan hujan yang muncul di Matano, Timampu dan Tokalimbo kebanyakan awan hujan jenis shallow convective. Awan hujan shallow convective dan convective pada bulan Januari-Maret lebih banyak tumbuh di bagian Utara dan Timur DAS. Di bagian tengah DAS, kemunculan awan hujan lebih sedikit.

Cloud seeding project has been carried out in Larona watershed to enhanced the rainfall in this area. Until now the cloud seeding technology has been done by delivering the seeding material directly to the cloud by aircraft. But recently, the National Laboratory of Weather Modification Technology of Indonesia is developing a new method of ground based seeding by building some towers for delivering the seeding agent to the cloud. Location of the tower should consider elements of Meteorology in order for the seeding materials can effectively enter into cloud which potentially produce rain. By doing an analysis of the radar reflectivity obtained the distribution of clouds based on the type of precipitation cloud. With this method it is known that rain clouds that appeared in Matano, Timampu and Tokalimbo are mostly shallow convective clouds. In January-March, shallow convective clouds and convective grew more in the North and East of the Larona watershed. In the central part of the watershed, there is less precipitating clouds appear.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: radar, awan hujan, sorowako, modifikasi cuaca
Subjects: Atmospheric Sciences
Atmospheric Sciences > Meteorological Data Collection, Analysis, & Weather Forecasting
Atmospheric Sciences > Weather Modification
Depositing User: - Bambang Nurcahyadi
Date Deposited: 03 Nov 2022 09:35
Last Modified: 03 Nov 2022 09:35
URI: https://karya.brin.go.id/id/eprint/12652

Actions (login required)

View Item
View Item